Membina downline
Menjalankan bisnis jaringan seperti Oriflame berarti membina downline. Makin banyak downline yang pinter, makin besar jaringan kita, makin berlimpah bonusnya. Artinya, makin besar support kita menjadikan para downline pintar, makin banyak hasil yang bisa dipetik.
Dan.. tentu saja, downline pintar tidak datang dengan sendirinya. Downline yang sevisi dan semisi dengan kita pun belum tentu mudah didapatkan. Bisa jadi mereka bergabung karena ‘enggak enak udah ditawarin’, atau karena iseng, atau tadinya semangat trus kemudian loyo.
Suhunya dbc-network, Mbak nad sering bilang, “kalo aku nih mbak…. aku milih untuk memintarkan downline ku ketimbang nunggu downline yang pintar datang sendiri.”
so.. siapa ajaaaa bisa diterima.. siapa aja bisa di-approach, siapa aja bisa dibina. tergantung kitanya, kuat enggak visi dan misi kita jadi upline yang bener. kuat enggak niat kita buat bikin downline pinter.
walopunnnnnnn nihh yaaaaaa
banyakkkk banget yang menolak pinter. Udah diajarin, diingetin buat baca manual, tetepppppp aja bergeming. Enggak action. Trus gimana dong kalo ketemu downline yang bebal gitu?
ya sudahlah, cari lagi.
ada sih formulanya. bagi perhatian 30:70 ke para downline bebal:downline aktif. kira-kira nih ya… kalo dalam seminggu ngomongin bisnis ama downline yang aktif bisa 7 kali alias tiap hari disapa lewat sms, status FB, twitter, email, nah kalo sama downline gag aktif ya 3 kali. trus lama-lama bisa tuh makin naik. syukur-syukur bisa sampe 7 kali.
cara nyapanya juga variatif. jangan sampe bossy–amit-amit! tetap pake nada pertemanan tapi sisipkan spirit bisnis bersama.
well, bulan ini saya enggak gitu. >_<
bulan ini saya cuma ngobrolin bisnis ama downline yang aktif dan mau.
akibatnya… yeah.. mentok dah di 12% gag naik-naik. grrrrrrrrrr!!!!
Hi, this is a comment.
To delete a comment, just log in, and view the posts’ comments, there you will have the option to edit or delete them.
Mr WordPress
Juli 27, 2011 pada 8:13 am